Ini Hari Yang Biasa

Ini hari yang biasa. Hari dimana aku terjaga di pagi hari, memikirkanmu. Hari dimana aku bergegas mencari hangatnya sinar mentari yang menggantikan pelukanmu. Hari dimana aku menyeduh secangkir teh hangat untuk menggantikan genggamanmu.

Iya, ini hari yang biasa. Hari dimana aku menghitung waktu demi waktu sambil bertanya-tanya kapan kita bertemu. Hari dimana aku mengeja huruf demi huruf lalu terangkai utuh namamu. Hari dimana aku rindu hingga aku bersenandung ditemani langit yang berubah menjadi warna abu.

Photo by Nick Nice on Unsplash

Aku sudah bilang kan hari ini hari yang biasa? Hari dimana wajahmu memenuhi ruanganku, buku dipangkuanku, sampai di setiap tetesan hujan yang luruh. Hari dimana aku tersipu untuk sekedar menatap wajahmu di foto itu. Hari dimana semua lagu seakan-akan berlirikan tentangmu.

Kamu tahu kenapa hari ini hari yang biasa? Karena aku terbiasa selalu menyebut namamu sampai bibir ini kelu. Karena aku terbiasa menari bersama bayanganmu di setiap sela waktu. Dan karena aku tahu, kamu pun terbiasa memikirkanku, di hari-hari biasamu. Setiap waktu. (*)

Jakarta, 16 Januari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s